Pendapat Ulama Mengenai Sunat Perempuan

Masih ada keraguan dan kebimbangan dari sebagian masyarakat awam mengenai sunat perempuan. Nah, demi menjawab keraguan tersebut kali ini akan dibahas mengenai sunat perempuan secara khusus berdasarkan pendapat para ulama .

Syaikh Alam Nashr

Mantan mufti Mesir ini mengatakan, “Sesungguhnya khitan perempuan termasuk syiar-syiar Islam, sebagaimana dikemukakan dalam sunnah nabawiyah. Kaum muslimin telah sepakat dalam melakukannya , begitu pula para ulama sepakat atas persyariatannya. Namun, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukumnya, wajib atau sunnah. Kami memilih kepada fatwa yang menghukumi sunnah berdasarkan kerajihan sanad dan dalilnya argumentatif.”

Hal ini termuat dalam fatwa Dar Al-Ifta Mesir Nomor 280/63 tanggal 11 September 1950M.

Syaikh Jadul Haq Ali Jadul Haq   

Mantan Syaikh Al-Azhar Mesir ini mengatakan, “Mengenai khitan, sungguh permasalahan tersebut dapat kita merujuk pada nash-nash syar’I, juga pendapat-pendapat ulama fiqh yang dalil dalilnya dari kitab sunnah dan fiqh. Khitan bagi laki-laki maupun perempuan adalah sifat dari fithrah, Islam mengajarkan dan menganjurkan untuk melakukannya. Hal ini dapat kita ketahui seperti apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW mengenai tata cara khitan. Bagi perempuan, dikhitan dengan cara sedikit mengurangi bagian klitoris yang terdapat dalam ujung kemaluan perempuan. Seperti itulah tata cara yang dianjurkan dalam mengkhitan perempuan.”

Al-Baidhawi   

“Sesungguhnya hadits’ Ada lima hal yang termasuk fithrah..’ hadits tersebut mempunyai cakupan makna yang umum baik khitan laki-laki maupu perempuan.”

Asy-Syaukani

Dalam kitab Nail Al- Authar, “Sesungguhnya makna fithrah termasuk sunnah. Tetapi, maksud sunnah di sini, bukan sunnah dalam istilah fiqh yang berarti kedudukan hukum, seperti fardh, wajib ataupun mandub, Maksud sunnah di sini ialah cara atau kebiasaan (syiar) Islam. Lafazh sunnah di sini adalah tinjauan etimologi (bahasa) yang maknanya lebih umum dari arti sunnah menurut istilah ulama ushul fikih.

Syaikh Al- Qaradhawi    

Jika mengkaji pendapat-pendapat ahli fiqh mengenai khitan perempuan, juga pandangan ulama madzhab, maka kita akan mendapati beragam pendapat. Ada yang mengatakan wajib, istihbab dan mukarramah.

Namun, bagi saya untuk keluar dari perbedaan tersebut adalah dengan menggabungkan semua pendapat mereka, yaitu bahwa khitan bagi perempuan hukumnya boleh. Boleh bukan berarti anjuran ataupun wajib. Arti dari mukarramah adalah perkara yang terpuji dan dianggap baik menurut kebiasaan. Maka, dengan demikian khitan perempuan boleh dilakukan.

Kesimpulan

Berdasarkan pendapat para ulama tersebut, tidak ditemukan bahwa melakukan sunat perempuan tidaklah haram. Para ulama tersebut sepakat bahwa sunat perempuan disyariatkan dan boleh dilakukan.

Namun, perlu diingat bahwa dalam pelaksanaan khitan adalah kemuliaan , lakukan dengan cara yang baik, tidak boleh menyakiti dan tidak boleh berlebihan.

Batasan Syariat Khitan Perempuan     

  • Tidak boleh menganiaya apalagi sampai melewati batas, yakni menghilangkan dengan cara memotong habis kelintit farji perempuan.
  • Tidak boleh dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya. Orang yang melakukan haruslah tenaga medis yang memang ahli dalam bidangnya.
  • Tidak boleh menggunakan peralatan kecuali harus bersih, steril dan sesuai untuk melakukan khitan.
  • Praktik khitan perempuan perlu dilakukan di tempat yang tepat, seperti rumah sakit atau klinik.

Klinik Khusus Sunat

Rumah Sunat dr. Mahdian merupakan klinik khusus sunat yang memiliki layanan sunat perempuan yang diperuntukkan anak usia 0-5 tahun. Ditangani oleh tenaga medis perempuan yang berpengalaman, menggunakan jarum khusus steril dan circumcision kit bersih satu kali pakai. Prosedur tindakan sunat perempuan juga dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 1636/MEN-KES/PER/XI/2010, Pasal 4.  Apabila memerlukan informasi lebih lanjut atau mendaftarkan diri, silakan menghubungi call center kami.

klik di sini untuk daftar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now