Hukum Sunat Bayi Perempuan

Sunat atau khitan merupakan ajaran yang telah dilaksanakan, sejak zaman Nabi Ibrahim. Dalam tradisi Islam, jumhur ulama berpendapat sunat hukumnya wajib untuk laki-laki. Sementara hukum sunat bayi perempuan para ulama memiliki perbedaan pendapat.

Sunat termasuk bagian dalam bersuci. Riwayat Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ada lima macam yang termasuk fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan, menggunting kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.”

Riwayat lain, Nabi Muhammad berkata, “Khitan merupakan sunnah (ketetapan Rasul) bagi laki-laki dan makrumah (kemuliaan) bagi perempuan.” (H.R. Ahmad).

Hukum Sunat Bayi Perempuan Menurut Ulama

Terkait hukum sunat bayi perempuan, beberapa kalangan ulama memiliki perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan wajib, sunah, atau mubah. Ulama dari Mazhab Syafi’iyah, Hanbilah dan Sebagian dari Malikiyah berpendapat, sunat adalah wajib dilakukan baik pada laki-laki maupun perempuan.

Sementara itu, Imam Ahmad berpendapat bahwa khitan wajib bagi laki-laki, dan keutamaan untuk perempuan.

Berkaitan dengan sunat perempuan, sunat perempuan tidak dapat dilakukan pada dewasa. Beberapa Ulama berpendapat mengenai usia sunat pada perempuan, seperti:

Imam al-Nawawi berkata:

“Yang benar menurut pendapat mazhab kami (Syafi’I) dan pendapat ini adalah pendapat mayoritas ulama yaitu, bahwa khitan boleh dilakukan ketika kecil, namun tidak wajib. Lakukan khitan ketika anak usia 7 hari atau 14 hari atau 21 hari setelah dilahirkan.”

Prof. Dr. Wahbah al-Zuhaili berpendapat bahwa yang lebih tepat adalah ketika usai dilahirkan (di hari pertama).

Sunat Bayi Perempuan di Indonesia

Tidak dapat dipungkiri tindakan sunat perempuan ini masih sering dikaitkan dengan mutilasi genital perempuan yang dilarang oleh WHO, meski nyatanya selama prosesnya tidak sama sekali.

WHO mengelompokkan Female Genital Mutilation (FGM)/ mutilasi genital perempuan ke dalam empat tipe. WHO menyebutkan bahwa, mutilasi genital perempuan tidak membawa manfaat bagi kesehatan dan membahayakan dalam banyak hal. Mutilasi genital perempuan dilakukan dengan cara menghilangkan dan merusak jaringan genital wanita yang sehat dan normal, dan mengganggu fungsi alami tubuh perempuan dan anak perempuan.

Dalam Perarutan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia No.1636/Menkes/Per/XI/2010 tentang sunat perempuan, sunat perempuan adalah tindakan menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris tanpa melukai klitoris.

Tenaga medis yang dapat memberikan pelayanan sunat perempuan hanya dokter, bidan, dan perawat yang telah memiliki surat izin praktik, atau surat izin kerja. Selain itu, sunat perempuan tidak dapat dilakukan pada perempuan yang sedang menderita infeksi genitalia eksterna atau infeksi umum.

baca juga: khitan perempuan beda dengan FGM

Fatwa Majelis Ulama Indonesia

Dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 7 Mei 2008 tentang Hukum Pelarangan Khitan terhadap Perempuan, disebutkan bahwa khitan bagi laki-laki dan perempuan adalah aturan dan syiar Islam. Oleh karenanya, khitan perempuan adalah makrumah, salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan.

Dalam fatwa itu, juga dicantumkan standar sunat terhadap perempuan, yaitu dilakukan cukup dengan hanya menghilangkan selaput yang menutupi klitoris. Tidak boleh dilakukan dengan berlebihan, seperti memotong atau melukai klitoris (insisi dan eksisi) yang mengakibatkan dlarar.

Sunat Bayi Perempuan di Klinik Rumah Sunat dr. Mahdian

Rumah Sunat dr. Mahdian merupakan klinik khusus sunat untuk segala usia, juga melayani sunat perempuan. Tindakan yang dilakukan berdasarkan syari’at Islam dan memiliki SOP yang mengacu pada Dalam Perarutan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia Nomor 1636/Menkes/Per/XI/2010. Tindakan dilakukan oleh tenaga medis perempuan berpengalaman dan hanya menggunakan jarum khusus yang steril. Selain dapat melakukan tindakan sunat perempuan di klinik juga dapat dilakukan di rumah pasien.

baca juga: tenaga medis untuk khitan perempuan

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now