Orang Sunat Perempuan dan Praktiknya di Indonesia

Orang sunat perempuan masih menjadi kontroversi. Masih banyak orang yang menganggap sunat perempuan merupakan tindakan mutilasi genital perempuan yang dilarang oleh WHO. Padahal jika kedua tindakan ini berbeda. Tindakan ini baik pada laki-laki maupun perempuan berbeda. Pada laki-laki ada kulit yang menutupi kepala penis (kulup) yang dibuang, sedangkan pada perempuan tidak ada yang dibuang, hanya melakukan pembersihan dengan alat berbentuk stik. 

Untuk lebih jelasnya, yuk baca artikel ini!

Metode sunat perempuan 

Menurut WHO ada bebera teknik orang sunat perempuan, sebagai berikut:

1. Clitoridectomy

Tindakan sunat perempuan dengan membuat sayatan di sekitar klitoris tanpa mengiris bagian atau seluruh klitoris. 

2. Eksisi 

 Dengan memotong seluruh bibir kecil vagina atau labia minora. 

3. Infibulation 

Tindakan sunat perempuan dengan melakukan pemotongan bagian vagina luar disertai jahitan/ penyempitan lubang vagina. 

4. Segala tindakan yang dilakukan pada vagina dengan tujuan non-medis, seperti penusukan, perlubangan ataupun pengirisan terhadap klitoris. 

Cara Pelaksanaan Orang Sunat Perempuan

Tindakan ini berbeda dengan tindakan Female Genital Mutilation(FGM) yang menghilangkan secara total atau sebagian dari organ genitalia eksterna wanita. Sementara sunat atau khitan wanita  dengan cara menoreh kulit yang menutupi bagian depan klitoris tanpa sedikitpun melukai klitoris.

Secara teknis, penorehan ini  menggunakan stik khusus. Pada umumnya hanya anak perempuan berusia 0-5 tahun dengan anatomi tudung klitoris yang masih sangat tipis dan belum banyak pembuluh darah lalui serta saraf yang melakukannya. Tindakan ini sangat minim perdarahan dan rasa sakit. Penorehan ini akan membuat klitoris lebih terbuka pada usia dewasa terkait perkembangan organ termasuk di dalamnya vagina. Sisi lain, kebersihan vagina terutama sekitar klitoris menjadi lebih terjaga dan terhindar dari bau yang tidak sedap.

Menurut dokter asal London – Inggris, dr. Jacobson, pada wanita yang memiliki masalah untuk mendapatkan kepuasan seksual/ orgasme saat berhubungan intim dengan pasangannya, bisa jadi karena  tudung klitoris yang terlalu tebal, besar sehingga menutupi klitoris. Hal ini selanjutnya mengurangi rangsangan yang  klitoris terima  selama melakukan aktivitas seksual.

Dengan melakukan perlakukan pada tudung klitoris (hoodectomy), klitoris menjadi terbuka yang selanjutnya meningkatkan rangsangan seksual yang seorang wanita dapatkan  untuk mencapai orgasme secara lebih mudah. Hal inilah yang menjadi latar belakang khitan perempuan. Khitan perempuan maupun hoodectomy terbukti tidak menimbulkan kerusakan saraf pada sekitar klitoris, jika yang melakukannya  tenaga medis  profesional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

info@khitanperempuan.com

Book Online

Book Online

Appointment Now