Parenting: Mengasuh Anak Perempuan Menurut Islam

 

Memiliki buah hati tentunya dambaan setiap pasangan, baik anak perempuan maupun anak laki-laki karena keduanya pun sama saja. Semuanya adalah karunia dari Allah SWT.

Maka dari itulah, sebagai orangtua dalam hal mengasuh dan menyayangi haruslah sama. Tidak condong pada salah satunya. Namun, cara mendidiknya perlu disesuaikan dengan kodratnya.

“Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS as-Syuura [42]: 49).

Panutan Mendidik Anak Perempuan

Dalam hal mendidik anak perempuan, Allah SWT menjadikan Maryam, ibu Nabi Isa AS sebagai  panutan seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Imran ayat 42.

“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).”

Sikap yang perlu dicontoh adalah bagaimana ia selalu menjaga kesucian dirinya dan selalu mengingat Allah SWT.

Selain itu, apabila ada orangtua mendapat ujian dengan dua orang anak perempuan, kemudian bersabar dan mendidiknya dengan baik, mereka (anak perempuan) bisa menjadi penghalang dari api neraka. Hal ini tercantum dalam sebuah hadist riwayat Bukhari dan Muslim, “Barang siapa diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, kelak mereka akan menjadi penghalang dari api neraka.”

Penuhi Kebutuhannya

Selain mendidik, perlu juga untuk memenuhi kebutuhan asupan gizinya, sandang, pengobatan dan menfkahinya dengan yang halal, seperti dalam riwayat Bukhari Muslim dari Aisyah.

Seorang perempuan miskin bersama kedua balita perempuannya mendatangi Aisyah dan meminta makanan. Sementara Aisyah hanya memiliki satu butir kurma yang kemudian dibagi dua bagian untuk kedua anaknya tersebut. Sementara itu, sang ibu tak memakan apa pun.

Kemudian, kisah tersebut disampaikan ke Rasulullah SAW lalu ia bersabda, “Allah menghadiahkan bagi sang ibu surga dan membebaskannya dari api nereka.”

Bersikap Lemah Lembut

Rasulullah SAW merupakan sebaik-baiknya contoh bagaimana mengistimewakan anak kecil, tak terkecuali perempuan. Dalam hal ini, Rasul mencium, mengusap kepala, lalu mendoakan mereka. Tak jarang pula Rasul menggendong anak sembari salat, seperti yang pernah dilakukan terhadap Umamah.
Rasulullah SAW menunjukkan kehangatan dan kasih sayangnya terhadap putri tercintanya, Fatimah. Setiap kali Fatimah bertandang ke rumah, dengan penuh cinta Rasul menyambutnya, “Marhaban ya ibnati, selamat datang putriku.”
Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.”

Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya. Kemudian, beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau. Kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 725)

baca juga: tempat khitan anak perempuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now