KONTROVERSI SUNAT PEREMPUAN, BEGINI PENJELASANNYA

Praktik sunat perempuan masih menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Sebagian orang dan organisasi di luar negeri berpendapat, sunat hanya boleh dilakukan pada laki-laki. Sedangkan pada perempuan, tidak dianjurkan.

Salah satu alasan penolakan praktik sunat perempuan adalah sunat perempuan sama saja dengan multilasi, yaitu pemotongan alat genital perempuan yang dilarang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).  Bahkan mereka menuding sunat perempuan sebagai salah satu bentuk pelecehan seksual terhadap anak perempuan.

Larangan mutilasi genital pada perempuan sudah ada sejak tahun 1997 dan dilarang secara langsung oleh

Kontroversi Sunat Perempuan dan Mutilasi Genital

Menurut WHO mutilasi genital perempuan atau Female Genital Mutilation (FGM) merupakan sebuah prosedur yang dapat menyebabkan cedera pada organ genital, sehingga tidak memiliki manfaat sedikitpun bagi kesehatan.

Prosedur FGM ini dinilai mengakibatkan pendarahan parah, kista, masalah buang air kecil, infeksi, infertilitas, bahkan komplikasi pada saat melahirkan serta meningkatkan risiko kematian pada bayi yang baru lahir.

Data dari UNICEF (2016), terdapat 29 negara di dunia khususnya di wilayah Afrika dan Timur Tengah melakukan mutilasi genital perempuan dan lebih dari 200 juta anak perempuan di dunia menjalaninya. Biasanya dilakukan pada bayi perempuan hingga remaja.

Klasifikasi FGM

FGM diklasifikasikan menjadi 4 berdasarkan WHO, yaitu:

  • Klitoridektomi

Merupakan sebuah metode pengangkatan sebagian atau bahkan seluruh dari bagian klitoris. Jenis metode yang seperti ini biasanya dilakukan di negara seperti Sudan, Afrika Timur, Mesir dan juga Peninsula.

  • Infibulasi

Pemotongan seluruh dari bagian klitoris, labia minora, serta sebagian dari labia mayora yang kemudian dilakukan penjahitan pada mulut vulva.

Adapun penjahitan ini hanya menyisakan lubang sebesar diameter sebuah pensil. Tujuannya agar darah menstruasi serta urin masih bisa keluar. Metode yang satu ini cukup ekstrem dan dilarang keras oleh WHO.

  • Eksisi

Pemotongan sebagian atau bahkan seluruh dari bagian genital perempuan.

  • Lainnya

Metode yang berbahaya dengan tujuan nonmedis. Misalnya saja seperti menusuk atau lain sebagainya.

Sunat Perempuan Bolehkah?

Menurut dr. Valleria, SpOG, sunat perempuan/khitan perempuan berbeda dengan tindakan Female Genital Mutilation (FGM) yang menghilangkan secara total atau sebagian dari organ genitalia eksterna perempuan. Khitan perempuan dilakukan dengan cara menoreh kulit yang menutupi bagian depan klitoris.

Prosedurnya sendiri dilakukan dengan penorehan tudung klitoris menggunakan jarum khusus. Umumnya dilakukan pada usia kurang dari 6 tahun, dengan anatomi tudung klitoris yang masih sangat tipis dan belum banyak dilalui pembuluh darah serta saraf, tindakan ini sangat minim perdarahan.

Sunat perempuan, kebersihan alat genital perempuan, khususnya sekitar klitoris menjadi lebih terjaga dan terhindar dari bau yang kurang enak.

Berdasarkan fatwa MUI, pelaksanaannya, harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Khitan perempuan dilakukan cukup dengan hanya menghilangkan selaput (jaldah/colum/praeputium) yang menutupi klitoris.
  • Khitan perempuan tidak boleh dilakukan secara berlebihan, seperti memotong atau melukai klitoris (insisi dan eksisi) yang mengakibatkan dlarar.

Tempat Khitan Perempuan Terpercaya

Rumah Sunat dr. Mahdian merupakan klinik khusus khitan yang memiliki layanan khitan perempuan. Dilakukan oleh tenaga medis perempuan profesional dan menggunakan alat khitan satu kali pakai. Prosedur pelaksanaannya pun telah mengikuti peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia Nomor 1636/Menkes/Per/XI/2010.

Bebeda dengan khitan pada laki-laki yang dapat dilakukan usia berapapun, khitan perempuan hanya dapat dilakukan untuk anak perempuan usia 0-6 tahun.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now