Khitan Perempuan dari Sisi Medis dan Syariat Islam

Sunat atau khitan, identik dengan tindakan medis yang dilakukan untuk laki-laki. Tetapi sebagian masyarakat dan dalam agama Islam, mengenal juga sunat pada perempuan. Apakah dasar dan pandangan khitan perempuan dari sisi medis dan syariat Islam?

Banyak di antara perempuan yang masih belum memahami bagaimana metode khitan pada perempuan  yang benar. Secara ilmu fikih, hukum khitan pada perempuan adalah sunnah, bukan wajib.

Khitan perempuan berbeda dengan praktik Female Genital Mutilation (FGM) yang sangat ditentang Badan Kesehatan Dunia (WHO).  Menurut syariat Islam maupun dari sisi medis, khitan perempuan hanya mengambil clitoral hood (kulit penutup klitoris).

 Clitoral hood atau disebut juga preputium clitoridis atau clitoral prepuce adalah lipatan kulit yang mengelilingi dan melindungi clitoral glans (batang klitoris). Lipatan kulit ini berkembang sebagai bagian dari labia minora dan fungsinya mirip dengan kulup penis (biasa disebut prepusium) pada penis laki-laki.

Jadi klitoris terdiri dari glans (batang) klitoris atau yang dikenal oleh orang awam dengan “klitoris” saja dan clitoral hood yang merupakan kulit pembungkusnya.

baca juga: batasan khitan perempuan dalam Islam

Anjuran Melakukan Khitan Menurut Syariat Islam

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengumpulkan pendapat para ulama mengenai hal ini. “Wajib bagi laki-laki memotong kulit لدةkepala penis sampai kepala penis terlihat seluruhnya. Adapun wanita ada dua penghalang, salah satunya selaput keperawanannya dan yang lain adalah yang wajib dipotong yaitu seperti jengger ayam pada bagian vagina, terletak diantara dua mulut vagina, jika dipotong maka pangkalnya akan tetap seperti bijiنواة.” (Tuhfatul Maudud biahkamil Maulud, 1: 191, Darul Bayan, As-Syamilah).

Al Mawardi rahimahullah berkata,Adapun cara mengkhitan wanita yaitu memotong kulit الpada vagina di atas tempat penetrasi penis dan saluran kencing, di atas pangkal yang berbentuk seperti bijiنواة. Diambil dari situ kulitnya tanpa mengambil pangkalnya.” (Tuhfatul Maudud biahkamil Maulud, 1: 192, Darul Bayan, Asy-Syamilah).

Yang wajib dipotong pada wanita (saat khitan) adalah apa yang dikenal dengan sebutan kulit yالجلang bentuknya seperti jengger ayam di atas saluran kencing. Itulah yang ditegaskan dan disepakati oleh ulama mazhab kami. Mereka mengatakan, ‘dianjurkan memotong sedikit saja dan jangan berlebihan dalam memotong’.” (Al-Ma’jmu’, 1: 350)

Jadi bahwa khitan pada perempuan menurut syariat Islam hanyalah mengambil kulit penutup klitoris, dan bukan memotong batang klitoris atau jaringan lain di area genital wanita yang membahayakan.

Alasan Medis Khitan Perempuan

Seperti dijelaskan di atas, clitoral hood adalah sejenis kulup penis/prepusium. Atau dalam istilah ilmu pengetahuan disebut homolog, di mana keduanya adalah organ awal yang sama ketika tahap embriologi.

Dalam perkembangannya embrio organ genital berkembang sesuai dengan jenis kelaminnya. Pada laki-laki terbentuk penis, di mana pada akhirnya kulup penis harus disunat. Dan pada janin perempuan organ yang sama membentuk klitoris dengan kulit penutupnya.

Dengan kata lain klitoris merupakan homolog dari penis. Hanya saja penis pada laki-laki berkembang terisi dengan bulbus kavernosus dan bulbus spongiosum serta pembuluh darah. Memotong klitoris sama saja memotong penis pada laki-laki, sehingga tidak dianjurkan.

 Layaknya tindakan sunat pada lelaki, khitan perempuan juga bermaksud mencegah penumpukan smegma atau kotoran berwarna putih di klitoris. Selain itu, tindakan sunat pada perempuan juga bertujuan menstabilkan syahwat dan memuaskan pasangan.

Khitan perempuan dilakukan dengan metode sederhana, hanya melakukan goresan pada kulit yang menutupi bagian depan klitoris dengan menggunakan ujung jarum steril. Jadi, bukan merusak atau menyebabkan perubahan pada vagina.

Meski demikian, tindakan sunat pada perempuan tidak dilakukan untuk indikasi medis tertentu. Sebagian besar tindakan sunat pada perempuan lebih didasarkan pada penegakkan syariat, terutama pada kalangan muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now