Khitan Perempuan Berbeda dengan Mutilasi Genital Perempuan

Pemahaman yang salah mengenai khitan perempuan dengan mutilasi genital perempuan membuat, praktik khitan perempuan mendapatkan penolakan. Sebagian kalangan menolak praktik khitan perempuan karena dinilai dapat membahayakan kesehatan dan melanggar hak asasi perempuan.

Sunat atau khitan perempuan berbeda dengan praktik Female Genital Mutilation (FGM) atau mutilasi genital wanita. FGM ditentang oleh dunia kedokteran dan hal ini telah dikukuhkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

FGM adalah pengangkatan sebagian atau total genitalia eksterna wanita atau sengaja melakukan cedera pada organ genital wanita karena alasan non-medis. FGM berbeda dengan khitan pada perempuan yang menurut syariat Islam hukumnya sunnah. Menurut syariat Islam maupun dari sisi medis, khitan perempuan hanya menorehkan clitoral hood (kulit penutup klitoris).

FGM sebagian besar dilakukan pada gadis-gadis muda antara usia bayi dan remaja, dan kadang-kadang pada wanita dewasa. Lebih dari 3 juta anak perempuan diperkirakan berisiko mengalami FGM setiap tahun.

Data dari 30 negara menunjukkan lebih dari 200 juta anak perempuan dan perempuan dewasa menjadi sasaran praktik FGM, terutama di wilayah Barat, Timur, dan Timur Laut Afrika, serta di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia. Oleh karena itu FGM menjadi perhatian global.

Faktor Budaya dan Sosial Menjadi Dasar FGM

Alasan mengapa mutilasi genital perempuan dilakukan bervariasi dari satu daerah ke daerah lain. Ada gabungan faktor sosial budaya dalam keluarga dan masyarakat. Alasan yang paling sering dikutip adalah norma sosial, tekanan sosial untuk bisa diterima secara sosial dan ketakutan ditolak oleh masyarakat

FGM sering dianggap sebagai bagian penting dari upaya membesarkan seorang gadis, dan cara untuk mempersiapkannya menuju masa dewasa dan pernikahan. FGM sering didasari keyakinan sebagai perilaku seksual yang normal.

Tujuannya untuk memastikan keperawanan wanita sebelum menikah dan menciptakan kesetiaan dalam pernikahan. FGM di banyak komunitas diyakini dapat mengurangi libido dan karenanya diyakini membantunya melawan tindakan seksual di luar nikah.

Praktek FGM yang Berbahaya dan Mematikan

Di Afrika, praktik FGM dapat mengancam nyawa perempuan, yakni dengan menyayat sebagian besar atau seluruh bagian klitoris. Caranya yang sadis dalam bentuk clitoridectomy ini adalah dengan memotong klitoris dan mengangkat labia minora.

Ada pula jenis FGM dengan cara infibulasi atau pharaonic circumcision yakni memotong klitoris dan mengangkat labia mayora serta menempelkan kedua sisi vagina dengan jalan menjahit atau menyatukan secara alami jaringan yang terluka dengan menggunakan benang atau lainnya.

Praktik ini yang dalam bentuk infibulasi amat membahayakan kesehatan dan merusak alat reproduksi perempuan karena menutup lubang vagina dan cuma menyisakan lubang kecil sebesar kepala korek api untuk keluarnya cairan menstruasi.

Terlebih lagi praktik ini biasanya dilakukan dengan menggunakan alat pemotong tradisional yang tidak steril, seperti gunting, pinset, pecahan kaca, besi tipis, jarum, dan benda-benda tajam lainnya.

Namun demikian, pada banyak wilayah, khitan perempuan dilakukan dengan tidak memotong klitoris sama sekali, hanya memoles klitoris dengan kunyit yang sudah dibuang kulitnya.

Jenis FGM Menurut WHO

Menurut WHO (World Health Organization), terdapat 6 cara FGM yang masih berlangsung di masyarakat, yaitu:

  1. Menghilangkan bagian permukaan klitoris dengan atau tanpa diikuti pengangkatan sebagian atau seluruh klitoris.
  2. Pengangkatan klitoris diikuti dengan pengangkatan sebagian atau seluruh bagian dari labia minora.
  3. Pengangkatan sebagian atau seluruh bagian dari organ genital luar diikuti dengan menjahit atau menyempitkan lubang vagina.
  4.  Menusuk atau melubangi klitoris dan labia atau merapatkan klitoris dan labia, diikuti tindakan pemelaran dengan jalan membakar klitoris atau jaringan disekitarnya.
  5. Merusak jaringan di sekitar vagina atau memotong vagina.
  6. Memasukkan bahan-bahan atau tumbuhan yang merusak ke dalam vagina dengan tujuan menimbulkan pendarahan dengan cara menyempitkan vagina

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now