Dari sisi agama, sunat perempuan dilakukan oleh umat islam. Pada tahun 2008, MUI mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan tindakan sunat perempuan karena sunat perempuan dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah. Dalam Fatwa MUI Nomor 9A Tahun 2008 tertanggal 7 Mei 2008 yang berbunyi:

  1. Khitan bagi laki-laki maupun perempuan termasuk fitrah (aturan) dan syiar Islam.
  2. Khitan terhadap perempuan adalah makrumah (ibadah yang dianjurkan).

Dalam fatwa MUI tersebut juga menjelaskan batasan dan tata cara sunat perempuan, yaitu:

  • Khitan perempuan cukup hanya menghilangkan selaput yang menutupi klitoris.
  • Khitan perempuan tidak boleh dilakukan secara berlebihan, seperti memotong atau melukai klitoris (insisi dan eksisi) yang mengakibatkan bahaya dan merugikan.

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now